Iga Swiatek, Dari Juara Grand Slam Jadi Petenis Peringkat 1

Ligaolahraga.com –

Berita Tenis: 17 bulan lalu, Iga Swiatek bukan bintang tenis yang dikenal banyak orang. Bahkan ia menuju French Open musim 2020 sebagai petenis peringkat 54 dunia dan baru saja kalah di babak pertama kualifikasi Italian Open.

Lalu di Roland Garros, Paris, seperti yang seringkali terjadi dalam sebuah film, sesuatu yang ajaib terjadi. Secara mengejutkan petenis berkebangsaan Polandia memenangkan gelar French Open ketika usianya masih menginjak 19 tahun. Ia menjadi juara dengan peringkat terendah yang menjadi juara Grand Slam tersebut sejak 1975.

Setelah kemenangan 6-2, 6-0 atas petenis berkebangsaan Swiss, Viktorija Golubic di babak kedua Miami Open musim 2022, petenis berusia 20 tahun mengamankan peringkat 1 dunia. Secara resmi ia akan bertengger di posisi prestisius tersebut pada 4 April, ketika nama petenis peringkat 1 dunia, Ashleigh Barty yang secara mengejutkan memutuskan pensiun akan dikeluarkan dari daftar peringkat seperti yang ia minta.

Dan ketika pertandingan berakhir, petenis peringkat 2 dunia memberikan kecupan jauh kepada para penonton dan melakukan kewajiban wawancara di atas lapangan. Pembawa acara kemudian memberi tahu kepada para penonton bahwa sang petenis akan menjadi petenis peringkat 1 dunia.

Juara di Indian Wells musim 2022 pun terkejut ketika direktur turnamen, James Blake dan mantan petenis peringkat 1 dunia, Lindsay Davenport keluar dan memberinya karangan bunga.

“Saya tidak pernah benar-benar membayangkan momen ini, karena sejujurnya, saya berlatih hari demi hari dan bermain tenis dengan baik. Tetapi saya tidak pernah memiliki keyakinan kuar bahwa hal ini akan terjadi. Jadi, ini bahkan terasa tidak nyata bagi saya,” ungkap Swiatek.

“Saya mencintai setiap momennya. Para penonton benar-benar penuh dukungan, mereka benar-benar merasa senang. Saya hanya menyerap semua hal karena saya tidak mengharapkan apapun.”

Baca juga:  Demi Piala Dunia, Bintang Chelsea Siap Khianati Timnas Inggris, Pindah Bela Negara Ini

Masih menginjak usia 20 tahun, petenis peringkat 2 dunia memiliki kebiasaan untuk mengubah tujuannya menjadi kenyataan. Setelah memenangkan gelar di Indian Wells pekan lalu yang mengantarkannya ke peringkat 2 dunia, ia pun mulai fokus dengan langkah selanjutnya.

“Ini cukup aneh karena itu menjadi tujuan saya selama dua hari dan hal itu terjadi secepat ini. Yang pasti, menjadi petenis peringkat 1 dunia akan menjadi sesuatu yang istimewa. Saya tidak pernah menduganya,” lanjut Swiatek.

Petenis berkebangsaan Polandia menjadi petenis putri ke-28 yang menghuni posisi prestisius tersebut. Itu adalah klub yang sangat kecil. Sebagai perbandingan, sejak peringkat diperkenalkan pada 1975, ada 184 Grand Slam dengan 52 petenis putri berbeda yang memenangkan gelarnya. Ia menjadi petenis termuda yang debut di peringkat 1 dunia sejak Caroline Wozniacki yang 216 lebih muda daripada petenis berkebangsaan Polandia pada musim 2010.

Selain itu, juara French Open musim 2020 menjadi petenis Polandia pertama yang menghuni peringkat 1 dunia.

Saat ini, Swiatek menjadi salah satu petenis putri yang tengah memanas. Ia tengah mengantongi 12 kemenangan secara beruntun dan sampai saat ini telah mengklaim 21 kemenangan pada musim 2022, termasuk memenangkan gelar di Doha dan Indian Wells.

Artikel Tag: Tenis, Iga Swiatek

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/iga-swiatek-dari-juara-grand-slam-jadi-petenis-peringkat-1-dunia

Dahlsca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.