Jelang Laga Uji Coba, Elkan Baggott Beberkan Analisis Timnas Afghanistan

Elkan Baggott

Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, mengaku sudah mengetahui kekuatan Afghanistan dan tak akan menganggap remeh negara Asia Selatan itu dalam laga uji coba di Stadion Gloria Antalya, Turki, Selasa (16/11) malam.

Pemain kelahiran 23 Oktober 2001 tersebut membeberkan telah menjalani sesi analisis tentang kekuatan lawan. Dari sesi ini diketahui bagaimana karakter Afghanistan dan cara mengantisipasinya.

“Kami tahu Timnas Afghanistan adalah tim yang sangat bagus. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Persiapannya kami sudah banyak berlatih. Kami juga sudah melalui bagian analisis tim,” kata Baggott.

“Ini semua tentang bagaimana kami bermain melawan mereka dan itu tergantung pada kami. Jika kami bermain dengan baik, kami akan memenangkan pertandingan,” ucapnya, dilansir dari laman resmi PSSI.

Diketahui, Timnas Indonesia kalah 2-3 dalam laga uji coba pada 25 Mei 2021. Tiga gol Afghanistan saat itu tercipta lewat skema tusukan cepat ke sisi pertahanan Indonesia yang kurang siap.

Oleh karena itu, tugas Baggott dalam pertandingan ini sangat vital. Kehadiran pemain yang membela klub kasta ketiga Inggris, Ipswich Town, diharapkan bisa meredam agresivitas pemain Afghanistan.

Baggott menyebut berada dalam kondisi yang sangat prima untuk laga kali ini. Meski belum tampil bersama Ipswich di kompetisi dan baru bergabung dengan Timnas Indonesia, Baggott siap tampil penuh determinasi.

“Saya merasa telah beradaptasi dengan zona waktu yang berbeda di mana saya tidur di malam hari, dan itu adalah hal terbaik. Dari segi kondisi, saya merasa bugar, setiap hari saya semakin bugar,” ujar Baggott.

Materi latihan yang diberikan Shin Tae Yong pun bisa dilahap dengan baik. Baggott dan rekan hanya merasa latihan awal tidak maksimal setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia.

Baca juga:  Teken Kontrak Baru, Bruno Fernandes Beri Janji Manis ke Fans Setan Merah

“Latihannya tidak begitu sulit, hanya karena perjalanan panjang, kadang menjadi sulit. Hanya sedikit kelelahan menjelang akhir latihan dan itu adalah hal yang wajar, tetapi kondisi semua pemain baik,” katanya.

Soal cuaca panas di Turki yang kontras dengan Inggris, jadi tantangan tersendiri. Pemain setinggi 196 sentimeter ini awalnya kesulitan, tetapi lambat laun sudah mulai terbiasa dengan cuaca terik.

“Berada di Turki sangat menyenangkan, fasilitasnya sangat bagus, cuacanya bagus, jadi seperti pemusatan latihan dengan cuaca panas bagi saya, berbeda dengan di Inggris,” kata pemain yang baru dapat KTP ini.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.